Laravel merupakan framework paling populer saat ini. Dibandingkan framework yang pernah saya pakai (sebelumnya menggunakan Code Igniter / CI ), Saya jatuh hati pada framework Laravel. Beberapa alasan kenapa saya memilih laravel yaitu:

  • Open Source
  • MVC Concept
  • Blade Template
  • Migration Database
  • Dokumentasi Lengkap
  • Artisan CLI
  • Dukungan Composer
Kumpulan Perintah Laravel 6 PHP Artisan yang Sering Digunakan
Kumpulan Perintah Laravel 6 PHP Artisan yang Sering Digunakan

Keunggulan Framework (Laravel VS CodeIgniter)

Sebenarnya tiap framework juga memiliki keunggulan masing-masing. Berikut beberapa keunggulan framework Laravel dan CodeIgniter.

Laravel

  • Dokumentasi yang lengkap
  • Artisan CLI
  • Dukungan Composer
  • Dukungan Template Engine
  • Mendukung untuk semua jenis Database
  • Mendukung PHP7

CodeIgniter

  • Konsep MVC yang mudah dimengerti programmer baru
  • Kemudahan Instalasi
  • Kebebasan dalam penulisan kode
  • Update yang jarang
  • Framework yang cukup senior.

Perintah Laravel 6 PHP Artisan

Salah satu fitur untuk mempermudah pembuatan project kita di laravel, kita bisa menggunakan fitur Artisan CLI. Fitur Artisan atau sering disebut juga PHP artisan dapat mengefisiensikan pekerjaan. Nah berikut ini akan saya bagikan prtintah php artisan yang sering saya gunakan di laravel 6.

Membuat Controller dan Model

Yang pertama ada perintah php artisan make:controller ProjectController digunakan untuk membuat controller yang masih kosong.

php artisan make:controller ProjectController 

php artisan make:controller ProjectController –resource digunakan untuk membuat controller dengan resource. Jadi didalam file Controller sudah dibuatkan fungsi alamat routing CRUD secara otomatis oleh sistem.

php artisan make:controller ProjectController --resource 

Selanjutnya ada perintah php artisan make:model Project -mc. yang pada perintah artisan ini nantinya kita akan dibuatkan file Project model dan ProjectController.

php artisan make:model Project -mc

Kemudian jika kita ingin membuat model dan controller beserta resource nya bisa menggunakan perintah php artisan make:model Project -a .

Baca Juga  [GRATIS] Download Mozilla Firefox Portable dengan iMacros Full Version
php artisan make:model Project -a

atau dengan menggunakan perintah

php artisan make:controller ProjectController --resource --model=Project

Membuat Migration Database

Jika pada framework lain untuk membuat tabel pada database kita diharuskan buat langsung pada xampp phpmyadmin. Dengan menggunakan laravel bisa dengan mudah membuat tabel-tabel hanya menggunakan Commad Line. beberapa perintah yang sering saya gunakan yaitu:

php artisan make:migration create_projects_table

Perintah diatas akan membuatkan kita file migration pada folder database -> migration.

php artisan migrate

pada perintah migrate, nantinya tabel yang sudah kita buat sebelumnya akan di-migrate atau di-push ke dalam database.

php artisan migrate --force

Dan jika kita terdapat sedikit masalah dan ingin tetap migrate ke databse bisa menggunakan perintah migrate –force.

php artisan migrate:rollback

Jika kita ingin kembali ke belakang migrate sebelumnya, kita bisa menggunakan perintah migrate:rollack.

php artisan migrate:rollback --step=3

Kemudian jika mundurnya ingin disertai mundur berapa langkah bisa di costum dengan perintah migrate:rollbackstep=3

php artisan migrate:reset

Dan jika ingin kembali pada yang pertama bisa menggunakan perintah migrate:reset.

php artisan migrate:refresh

// Refresh the database and run all database seeds...
php artisan migrate:refresh --seed

Perintah migrate:refresh akan mengembalikan semua migrasi dan kemudian menjalankan perintah migrasi. Perintah ini secara efektif menciptakan kembali seluruh database yang kita buat.

php artisan serve

Pada perintah terakhir yang paling sering saya pakai yaitu artisan serve. perintah ini digunakan untuk nge-developmen ke server.

Itulah beberapa perintah php artisan yang sering saya gunakan. Kalo kalian sering menggunakan yang mana? Silahkan boleh dikirim ke kolom komentar.

sumber ini didapatkan dari website dokumentasi laravel.

Terimakasih sudah berkunjung di PANDUANBS. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca. Mohon maaf jika ada salah kata ataupun isi konten materi.

Baca Juga  Cara Mudah Meningkatkan SEO pada Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *