PanduanBs

Macam-macam Metode Penyampaian Presentasi yang Unik

Video Barrack Obama berpidato di Universitas Indonesia

Pernah nggak sih, kamu lagi presentasi dan ngerasa audiens jadi keliatan kurang tertarik sama presentasi yang kamu lakukan?. Terus saat itu juga kamu jadi nge-down, kurang pede, dan nggak konsen buat presentasi. Presentasi yang tadi ekspetasinya bisa bagus dan lancar, malah jadi buyar dan nggak sesuai harapan. Memang sih buat presentasi yang bagus itu nggak bisa cepet dan tiba-tiba jadi perfect. Perlu jam terbang dan persiapan yang matang. Mulai dari nyiapain materi, slide, sampai metode buat presentasinya. Nah, setelah sebelumnya tim PANDUANBS udah bahas tentang 5 Media Presentasi yang Menarik dan Tidak Membosankan dan 7 Tips Buat Bahan Presentasi Mu Lebih Menarik Audiens. Kali ini kami akan bahas tentang Macam-macam Metode Penyampaian Presentasi yang Unik.

Sebelum masuk ke poin-poinnya, kamu sudah tahu belum apa itu metode presentasi?. Metode presentasi adalah suatu teknik atau cara yang bisa kamu terapin dalam presentasimu, metode ini digunakan untuk mempermudah dan meningkatkan efektifitas penyampaian presentasimu.

Oke, langsung aja berikut metode-metodenya:

  1. “The Rule of Three”
  2. “Pecha Kucha”
  3. “Problem-Solution”
  4. Metode Presentasi dengan Bercerita
  5. Teknik Presentasi dengan Humor
  6. Metode Presentasi degan Pengulangan

Pengin tau lebih lanjut tentang penggunaan metode-metode tersebut? berikut penjelasannya

1. Metode Presentasi “The Rule of Three”

“The Rule of Three” adalah salah satu metode presentasi yang menarik yang bisa kamu terapkan buat presentasimu. Metode ini juga sudah pernah dipakai sama tokoh-tokoh terkenal seperti Steve Jobs dan Barrack Obama. dengan menggunakan metode “The Rule of Three” kamu bisa menyampaikan presentasi dengan lebih mudah, mengekspresikan konsep dengan lebih lengkap, menitikberatkan pada poin penting, dan memudahkan audiens dalam mengingat poin presentasimu.

Presentasi umumnya terbagi oleh tiga segmen bagian, yaitu pembuka, isi dan penutup. Pembagian segmen ini bisa berbeda-beda tergantung situasinya, kamu juga bisa membagi sesuai poin yang ingin kamu sampaikan. Salah satu contoh penggunaan “The Rule of Three” yaitu oleh Barrack Obama dalam pidatonya di Universitas Indonesia. Berikut videonya

Dalam salah satu penggalan pidato tersebut, “The Rule Of Three” diterapkan Obama pada bagian:

“Saya ingin menitikberatkan pembahasan pada tiga hal yang saling berkait-erat serta mendasar bagi kemajuan manusia: Pembangunan, demokrasi dan agama.”

Dalam presentasi, ada prinsip sederhana yang diyakini banyak orang, bahwa audiens hanya akan mengingat maskimal tiga poin saja dari presentasimu. Maka dari itu metode presentasi “The Rule of Three” tercipta. Kamu juga bisa menerapkan metode ini dalam presentasimu, jadi sebelum menyusun presentasi, buatlah materi presentasimu terbagi menjadi tiga bagian pokok. Selanjutnya detailkan ketiga poin tersebut menjadi suatu penjelasan yang lengkap, baru kemudian susun slide presentasi dan sampaikan presentasimu dengan percaya diri.

2. Metode Presentasi “Pecha Kucha”

Pecha Kucha juga merupakan salah satu metode presentasi yang unik. Pecha Kucha dalam bahasa jepang artinya chit-chat. Penamaan ini berkaitan dengan cara penggunaan metode Pecha Kucha yang terkesan seperti ngobrol biasa dan tidak memakan waktu yang lama. Penggunaan waktu yang singkat ini menjadikan audiens menjadi lebih fokus dan tidak bosan.

Metode Pecha Kucha menekankan pada pembuatan materi presentasi sesederhana mungkin dan penyampaian dalam waktu yang sesingkat mungkin. Secara garis besar, metode Pecha Kucha menggunakan format 20×20. Artinya, metode presentasi yang unik ini menganjurkan hanya maksimal 20 slide presentasi, untuk setiap slide hanya berdurasi maksimal 20 detik. Sehingga presentasimu memakan waktu hanya 6 menit 20 detik, wah sangat singkat ya.

3. Teknik Presentasi “Problem-Solution”

Seperti namanya “Problem-Solution”, merupakan teknik presentasi di mana pada awal-awal penjelasan presentasi akan memaparkan suatu permasalahan atau hambatan. Kemudian pada penjelasan berikutnya, akan membahas mengenai solusi. Teknik presentasi ini sangat cocok untuk menjelaskan suatu gagasan, baik berupa ide produk, startup, dan lainnya. Bisa kita jumpai penggunaan teknik ini pada pitching startup untuk mengenalkan layanannya atau untuk menggaet investor. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa melihat contoh penerapan teknik “Problem-Solution” presentasi pada video berikut:

Video presentasi “Problem-Solution” startup Efishery

Dari video di atas, presentasi dibuka dengan data-data tentang aquaculture, kemudian diceritakan mengenai hambatan dan permasalahan (problem) yang ada dalam aquaculture, kemudian diberikan solusi (solution) yaitu dengan hadirnya Efishery.

4. Metode Presentasi dengan Bercerita

Metode presentasi dengan bercerita juga bisa meningkatkan antusias dari audiensmu. Kebanyakan orang lebih suka mendengar cerita, dengan presentasi bercerita kamu juga bisa membangun hubungan emosional dengan audiensmu. Namun, kamu perlu mengemas cerita dalam presentasi senatural mungkin. Jangan terlalu mendramatisir cerita dalam presentasi, karena akan mengurangi esensi dan isi dari presentasi yang kamu sampaikan.

Lalu bagaimana menggunakan cerita dalam presentasi?

Gunakanlah bahasa yang sederhana, mudah dimengerti, dan sesuaikan dengan audiensmu. Ceritakanlah kisah yang relevan dengan presentasimu, bisa dari pengalaman pribadi, atau kisah orang lain. Berceritalah dengan penuh antusias dan percaya diri, usahakan untuk menyentuh sisi emosional agar audiens lebih terpukau. Untuk contoh penerapan metode presentasi bercerita, kamu bisa menonton video ini:

Video presentasi bercerita dari Kitabisa

Dalam video presentasi tersebut, Alfatih Timur selaku CEO Kitabisa membawakan presentasi dengan metode bercerita. Di awal presentasi setelah perkenalan, ia menceritakan kisah seorang bapak-bapak yang ingin pergi ke Mekkah namun tidak memiliki biaya, akhirnya ada seorang mahasiswi yang membantu bapak tersebut dengan cara menggalang dana melalui platform Kitabisa.

5. Presentasi dengan Humor

Metode presentasi dengan humor
Photo by fauxels from Pexels

Ketika presentasi, suasana serius dan kaku seringkali mendominasi. Untuk meregangkan suasana, dan agar audiensmu lebih santai kamu bisa sesekali menyisipkan humor atau candaan. Penggunaan humor ini sedikit tricky, kamu perlu menyesuaikan humormu dengan audiens dan menempatkannya pada format yang tepat.

Usahakan humormu itu dapat diterima audiens, dan juga masih masuk dengan presentasi yang kamu bawakan. Sehingga humor yang kamu selipkan, tidak akan mengurangi esensi dari presentasimu, namun mampu menggunggah semangat dan antusiasme dari audiens. Peringatan sebelum menggunakan teknik ini. Kamu juga harus yakin benar dan percaya diri saat akan membawakan humor tersebut, jika kamu ragu-ragu sebaiknya tidak perlu memaksakan candaan.

6. Presentasi dengan Pengulangan

Metode presentasi dengan pengulangan
Photo by fauxels from Pexels

Teknik presentasi yang lain yaitu teknik pengulangan (anaphora). Kamu bisa menerapkan teknik presentasi ini dengan menekankan pada poin-poin penting yang sekiranya perlu dan agar bisa diingat oleh audiens. Penggunaan teknik pengulangan atau anaphora ini umum kita jumpai pada pidato motivasi dan pidato inspirasional. Tujuannya yaitu agar mempengaruhi sisi emosional audiens dan menggugah atau mengajak audiens sesuai dengan apa yang disampaikan oleh presenter.

Kesimpulan

Dengan beragamnya metode presentasi unik yang ada, kamu bisa menyesuaikan kira-kira teknik mana yang tepat yang ingin kamu pakai. Kamu juga perlu persiapan yang matang sebelum melakukan sebuah presentasi, mulai dari kesiapan materi, hingga kesiapanmu dalam menghadapi audiens. Kamu juga bisa menggabungkan beragam teknik yang ada, sesuaikan saja dengan kebutuhanmu. Bagaimana? sudah siap buat presentasi?

Add comment

Follow Me

Follow Saya supaya kamu tidak kentinggalan informasi menarik dari Panduanbs.

AdBlocker Message

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.