PanduanBs
Home » News » Apa Yang Bisa Kita Lakukan Pada Adaptasi Kebiasaan Baru

Apa Yang Bisa Kita Lakukan Pada Adaptasi Kebiasaan Baru

Setelah digantinya istilah New Normal menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Indonesia oleh juru bicara percepatan penanganan Covid-19. Warga Indonesiapun perlu banyak informasi mengenai apa saja yang harus kita lakukan dalam situasi Adaptasi Kebiasaan Baru ini. Begitu pula Bapak Joko Widodo, yang seringkali mengingatkan kita pentingnya protokol kesehatan demi lancarnya aktivitas yang kita lakukan. Banyak beberapa info terkait hal tersebut, namun kita juga harus mengikuti sesuai dengan anjuran dari pemerintah. Berikut PANDUANBS bakalan ngasih info kita nih tentang apa saja yang bisa kita lakukan pada Adaptasi Kebiasaan Baru sesuai anjuran pemerintah. Yuk simak ulasannya…

Gerakan memakai masker merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyadarkan masyarakatnya tentang penting sekali menggunakan masker. Terlebih dimasa pandemi seperti ini, masyarakat akan rentan terhadap virus apabila imun tubuh kita lemah. Namun tak hanya memakai masker saja yang harus kita lakukan, berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan pada Adaptasi Kebiasaan Baru.

Sejarah Adaptasi Kebiasaan Baru

Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus positif Covid-19 telah masuk Indonesia pada 2 Maret 2020, angka kasuspun mengalami peningkatan yang serius. Hal ini yang menjadikan seluruh kegiatan berkerumun, sekolah, bekerja dan lain sebagainya dialihkan untuk di rumah saja. Wabah Covid-19 yang tersebar di seluruh penjuru dunia ini sangat berpengaruh bagi seluruh elemen suatu negara. Terutama bagi masyarakat Indonesia. Menurut Aris Darmansyah Edisaputra, Staf Ahli bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan, Kemenko Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK), setidaknya ada empat kondisi masyarakat Indonesia di tengah pandemik COVID-19.

Pertama, masyarakat yang tidak terpengaruh secara ekonomi sehingga memilih tetap membatasi aktivitas diluar rumah karena semua kebutuhannya sudah terpenuhi. Selanjutnya ada masyarakat yang terpengaruh secara ekonomi sehingga memilih bekerja dengan memperhatikan protokol kesehatan. Contohnya adalah pekerja formal dan pegawai kementerian lembaga.

Keputusan tentang Indonesia harus kembali ke situasi yang normal menjadikan pemerintah mengumandangkan istilah New Norma. Namun, istilah tersebut dianggap salah karena banyak masyarakat yang kurang tepat dalam menanggapi istilah tersebut. Oleh karena itu, pada Jumat 10 Juli 2020 dalam acara penluncuran buku Menghadang Corona: Advokasi Publik di Masa Pandemi karya Saleh Daulay secara virtual. Juru bicara percepatan penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan bahwa “New Normal diksi yang salah dan kita ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru”

PENGERTIAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU

Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB merupakan cara kita merubah perilaku, gaya hidup, dan kebiasaan. Keadaan dimana ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mulai dilonggarkan, protokol kesehatan tetap dilakukan sehingga kita tetap bisa produktif dengan tetap mencegah terjangkit virus corona.

PANDUAN MELAKUKAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU

1 Jika Sedang FLU, Di Rumah Saja

http://promkes.kemkes.go.id/materi-adaptasi-kebiasaan-baru

Kenapa sih kita harus di rumah aja jika sedang FLU? Karena pada saat kita FLU, kondisi daya tahan tubuh kita sedang menurun. Disaaat seperti ini, kita mudah terserang virus yang lain, bahkan hingga dapat menularkan virus FLU kita ke orang lain. Oleh sebab itu, jika sedang FLU kita harus tetap di rumah saja dan gunakan masker supaya keluarga tidak tertular. FLU merupakan salah satu gejala ringan coronavirus.

2 Sedia Hand-Sanitizer Kemana-Mana

http://promkes.kemkes.go.id/materi-adaptasi-kebiasaan-baru

Selalu sedia hand sanitizer setiap kemanapun kita pergi. Karena tidak semua tempat menyediakan air mengalir dan sabun cuci tangan. Oleh karena itu kita harus selalu membawa hand sanitizer yaa sebagai pengganti cuci tangan. Hand sanitizer dapat digunakan setelah kita menyentuh atau menggunakan fasilitas umum seperti tombol lift, gagang tangga, gagang pintu dll.

3 Tidak Lupa Pakai Masker

http://promkes.kemkes.go.id/materi-adaptasi-kebiasaan-baru

Nahh ini nih, hal yang seringkali disosialisasikan tapi kita kadang tak sadar dan sering lupa. Oleh karena itu, jangan pernah lupa pakai masker yaa. Baik di luar rumah (baik sehat atau sedikit kurang sehat) maupun di rumah (jika sakit). Karena dengan kita memakai masker, akan mengurangi penularan penyebaran coronavirus.

4 Tetap Jaga Jarak

http://promkes.kemkes.go.id/materi-adaptasi-kebiasaan-baru

Tetap jaga jarak dimanapun kita berada, terlebih jika berada di tempat umum seperti antrian kasir, tempat ibadah, dll. Jaga jarak dapat dilakukan 1 sampai 2 meter antar orang lain. Hal ini dilakukan supaya apabila ada seseorang yang sedang sakit, kita tak tertular penyakitnya.

5 Sering Cuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir

http://promkes.kemkes.go.id/materi-adaptasi-kebiasaan-baru

Sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir juga sering diingatkan bahkan kini disetiap rumah hingga tempat umum terdapat fasilitas tersebut. Hal ini dilakukan karena tangan kita yang sering digunakan untuk memegang benda-benda sehingga dikhawatirkan virus menempel. Oleh karena itu kita harus sering memcuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

6 Setibanya di rumah Langsung Mandi

http://promkes.kemkes.go.id/materi-adaptasi-kebiasaan-baru

Jika kita terpaksa keluar rumah, maka setibanya di rumah kita harus langsung mandi dan memisahkan pakaian. Kenapa harus mandi? Karena disaat keluar rumah akan banyak bakteri dan virus yang menempel di tubuh kita. Kenapa harus memisahkan pakaian? Karena supaya pakaian kita yang digunakan pada saat keluar rumah tidak tercampur yang akan mengakibatkan virus juga menyebar ke pakaian yang lain.

7 Say “Hello” Saja, Tidak Bersalaman Dulu

http://promkes.kemkes.go.id/materi-adaptasi-kebiasaan-baru

Pada saat kita bertemu teman, tetangga atau orang lain sebaiknya tidak bersalaman dahulu. Alangkah lebih baik jika memberikan simbol atau hanya mengucapkan “hai” “halo” dan sebagainya. Karena apabila kita berjabat tangan, maka virus akan terus menyebar melalui jabat tangan tersebut.

8 Gunakan Uang Elektronik

http://promkes.kemkes.go.id/materi-adaptasi-kebiasaan-baru

Dimasa sekarang ini sudah banyak aplikasi uang elektronik yang dapat kita gunakan. Nah hal ini sebaiknya kita manfaatkan dengan bijak untuk melakukan pembayaran. Kenapa? Karena dengan kita menggunakan uang elektronik maka penyebaran virus melalui uang tunai akan berkurang. Uang tunai yang kepemilikannya berpindah-pindah tangan menjadikan salah satu sarana penyebaran virus.

9 Jaga Jarak di Kendaraan Umum

http://promkes.kemkes.go.id/materi-adaptasi-kebiasaan-baru

Jika kita termasuk pengguna kendaraan umum, maka harus merubah kebiasaan yaa. Kita bisa pilih kendaraan umum yang tidak terlalu ramai atau penuh. Kemudian, jaga jarak antar penumpang. Apabila tidak terdapat marka pembatas jarak, maka kita harus mandiri melakukan jaga jarak dan mengingatkan orang lain.

10 Balita dan Lansia di Rumah Saja

http://promkes.kemkes.go.id/materi-adaptasi-kebiasaan-baru

Balita dan lansia merupakan usia rentan terpapar virus, terlebih coronavirus. Karena di usia balita dan lansia daya tahan tubuh tidak maksimal menangkal virus. Oleh karena itu, balita dan lansia harus tetap berada di rumah saja supaya tidak terpapar virus. Begitu juga dengan orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, paru-paru, diabetes, tekanan darah dan sebagainya juga harus tetap berada di rumah yaa.

Itu dia 10 Panduan untuk kita supaya dapat mengurangi penularan virus Covid-19 dimasa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Semoga pandemi ini cepat berlalu dan segera ditemukan obat penangkalnya. Tetap jaga kondisi tubuh kita yaa, patuhi protokol kesehatan dan selalu waspada terhadap penyakit. Terima kasih….

Add comment

Subscribe

AdBlocker Message

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.